Jikasering terjadi kerusuhan, maka kehidupan masyarakat menjadi. - 12271807 Aurasekarlarasati Aurasekarlarasati 18.09.2017 PPKn Sekolah Dasar terjawab Jika sering terjadi kerusuhan, maka kehidupan masyarakat menjadi. 3 Lihat jawaban Iklan 5 Tidak terwujudnya solidaritas sosial antar sesama manusia dalam masyarakat. 6. Jika sering terjadi konflik maka akan menganggun kestabilan sosial. 7. Pembangunan ekonomi nasional bangsa akan terganggu karena sering terjadinya konflik dan pertentangan. 8. Kehidupan masyarakatnya akan jauh dari kehidupan sejahtera Setiapmasyarakat di seluruh penjuru dunia memiliki fenomena kehidupannya tersendiri. Entah itu di Eropa atau bahkan di Amerika sekali pun, meski negara hollywood ini sudah terkenal dengan gaya Jikasering terjadi kerusuhan maka kehidupan masyarakat menjadi di tidak - 11882647 harysetiawan69 harysetiawan69 27.08.2017 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Jika sering terjadi kerusuhan maka kehidupan masyarakat menjadi di tidak 2 Lihat jawaban Iklan Vay Tiền Trįŗ£ Góp 24 ThĆ”ng. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sejak awal abad ke-20, struktur masyarakat Indonesia yang masih ke sukuan mulai tergugat karena munculnya ide nasionalisme dan integrasi dari sekelompok elit Nusantara Marzali, 2009. Wacana tentang perwujudan integrasi nasional di Indonesia telah banyak dibahas dan dicanangkan oleh berbagai pihak termasuk pemerintah dan institusi-institusi yang terkait. Perwujudan integrasi nasional ini menjadi penting karena pada dasarnya, dalam pembangunan nasional dibutuhkan gerak yang searah dari berbagai pihak dalam sebuah negara untuk mencapai tujuan-tujuan yang mengarah mada kesejahteraan dan ketentraman etnik yang masih banyak terjadi di Indonesia ini menjadi tantangan dan ancaman tersendiri bagi terciptanya integrasi nasional bangsa ini. Berdasarkan gambaran dari Furnival dalam Suparlan, 2005, masyarakat majemuk Indonesia cenderung tidak menjadi satu dan tidak merasa satu, mereka memiliki tradisi kultural sendiri dan memiliki interaksi yang sangat terbatas dengan kelompok suku lain. Lalu apakah ini hanya di diamkan saja? Pada dasarnya, perbedaan budaya, cara pandang, dan adat istiadat harus disinergikan satu sama lain, membangun rasa kebersamaan dalam suatu wilayah, dengan melepaskan simbol-simbol primordial dari komunitas adat, agar tercapai sebuah integrasi nasional yang telah dicita-citakan sejak Indonesia belum ini berupaya mengaitkan berbagai jenis masalah yang terdapat dalam pemicu menjadi satu kesatuan, yaitu seputar ancaman mengenai terwujudnya integrasi nasional Indonesia, masalah komunitas/masyarakat adat yang terjadi di Indonesia, bagaimana cara menyikapi, mengatasi dan mencegahnya, termasuk juga langkah konstruktif pemerintah dalam mengatasi berbagai permasahan ini dan mengembangkan kegiatan budaya kearifan lokal, yang saya rangkum dalam judul ā€œProblematika Integrasi Nasional dan Masyarakat Adat di Indonesiaā€. Masalah Komunitas Adat Ancaman terhadap Integrasi NasionalSebuah bangsa terdiri atas berbagai macam etnis atau suku yang hidup bersama dalam suatu daerah dan saling berinteraksi satu sama lain. Fakta tersebut disajikan di Negara Indonesia yang menjadi salah satu negara di dunia yang memiliki tingkat pluralitas atau heterogenitas etnis yang sangat beraneka ragam. Mereka membentuk sebuah komunitas adat yang memiliki identitas budaya yang berbeda satu sama harus diketahui dari fakta lapangan yang terjadi di Indonesia, baik dengan cara melihat secara langsung maupun dengan berbagai pemberitaan di media massa, dapat kita diketahui dengan nyata bahwasannya pluralitas yang terjadi di Indonesia memiliki sebuah ancaman atau tantangan, yang berupa ā€œkonflikā€. Konflik ini sering terjadi dikarenakan terdapat cara pandang tertentu dalam suatu etnis yaitu primordialisme dan juga etnosentrisme, yang diwujudkan dalam bentuk stereotip terhadap suku bangsa lain, ini merupakan bentuk sikap egois dan ingin menang sendiri yang dapat mengarahkan masyarakat yang hidup dalam suatu etnis untuk terus berprasangka buruk terhadap suku bangsa/etnis lain sehingga mudah terprovokasi dan memunculkan konflik perspektif antropologi hukum, fenomena konflik dapat muncul karena adanya konflik nilai, konflik norma, dan juga konflik kepentingan antar komunitas etnis, golongan ataupun agama dalam masyarakat Najwan, 2009. Seperti yang sudah disinggung diatas, tingkat pluralitas atau heterogenitas yang tinggi sering menimbulkan gesekan-gesekan terjadi dalam masyarakat yang mengarah pada tindakan konflik dan kerusuhan. Konflik tersebut sering disebut sebagai konflik horizontal yang aktor utamanya adalah suku-suku yang saling mempertahankan kepentingannya, nilai, norma, maupun adat budaya etnisnya. Masalah ini memang tidak dapat dihindari, seperti yang diugkapkan Dahendrof dalam Suparlan 2005 bahwa konflik merupakan suatu yang endemik dan selalu ada dalam kehidupan manusia bermasyarakat. Terdapat banyak sekali konflik antar suku atau antar komunitas adat yang terjadi di Indonesia. Disini saya menuliskan dua kasus yang cukup terkenal. Yang pertama adalah kasus yang terjadi di daerah Sambas, Kalimantan Barat pada tahun 1999, yaitu konflik antara suku Melayu Sambas dengan suku Madura. Konflik ini menyebabkan sekitar 1800 tempat tinggal hancur, banyak nyawa melayang dan kerugian materi atau infrastruktur yang tidak terhitung, bahkan konflik ini menyebabkan suku Madura terusir dari wilayah adalah kasus konflik antar etnis yang sering terjadi di Provinsi Lampung. Karena pada dasarnya, Provinsi Lampung merupakan daerah tujuan transmigrasi sehingga tidak mengherankan bahwa di wilayah ini sering terjadi konflik antar etnis. Koflik antar suku yang paling tertanam dan masih teringat hingga sekarang adalah konflik yang terjadi antara suku Bali Nuraga dengan etnis Lampung asli di daerah Kalianda Kabupaten Lampung Selatan pada 27 Oktober 2012 sampai dengan 29 Oktober 2012. Dari pemetaan Kepolisian Daerah Polda Lampung, ada 112 titik potensi konflik di Lampung sejak 2012 hingga sekarang, 68 di antaranya terdapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dijabarkan bahwa terdapat 18 potensi konflik suku, agama, ras, dan antargolongan SARA, 22 potensi konflik sumber daya alam SDA, dan 4 potensi konflik terkait batas wilayah antar suku yang berlarut-larut merupakan suatu pelanggaran HAM dan merupakan bencana bagi negara. Hal ini merupakan salah ancaman bagi terciptanya integrasi nasional di Indonesia. Mengapa hal ini menjadi ancaman?. Pertama-tama kita harus memahami, apa makna dari integrasi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ā€œintegrasiā€ bermakna sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan. Kata ā€œkesatuanā€ mengisyaratkan berbagai macam elemen yang berbeda satu sama lain mengalami proses pembauran. Jika pembaruan telah mencapai suatu perhimpunan, maka gejala perubahan ini dinamai integrasi. 1 2 3 4 Lihat Humaniora Selengkapnya

jika sering terjadi kerusuhan maka kehidupan masyarakat menjadi tidak